Fenomena Penyesatan Dalam Tradisi Praktik Pertunangan Di Sampang Madura

Authors

  • Muqoffi Muqoffi IAI Nazhatut Thullab Sampang

DOI:

https://doi.org/10.35127/kabillah.v4i2.98

Abstract

Abstrak:
Tunangan disyariatkan dalam Islam dengan cara dan pola tertentu agar menjadi
pintu masuk yang tepat dalam menghindari disharmoni keluarga, baik dengan istri,
mertua dan seluruh elemen rumah tangga. Namun dalam fakta sosial, praktik
tunangan di masyarakat Sampang Madura banyak terjadi distorsi disebabkan
penyesatan yang sistematis dan masif. Hasil penelitian menemukan setidaknya ada
5 penyesatan, yaitu: 1. Penyesatan dalam memaknai tunangan. Sekket dan lamaran
menjadi seremonial wajib untuk meresmikan ikatan tunangan. Sementara dalam
Islam cukup kesepakatan melalui lisan dan dianjurkan merahasiakan status
tunangan tersebut, bukan diviralkan dengan acara sekket dan lamaran, 2.
Penyesatan konsep menerima tunangan. Mumpung laku dan takut sakkal sering
menjadi alasan untuk menerima pinangan dari siapapun. Sedangkan dalam Islam
calon yang agamanya baik dan berakhlak menjadi kriteria yang utama untuk
menciptakan keluarga yang ideal, 3. Penyesatan tujuan menunangkan. Sebagai
tameng dari hujatan dan agar menjadi jodoh banyak dijadikan tujuan menunangkan
putranya. Tujuan yang justeru menjadi lumbung kemunkaran dan kerusakan
keluarga, 4. Penyesatan budaya pertemuan dan 5. Penyesatan tradisi tukar cincin.
Kata Kunci: Penyesatan, Tunangan, Sampang
Abstract:
Fiance is prescribed in Islam in certain ways and patterns so that it becomes an
appropriate entrance in avoiding family disharmony, both with his wife, in-laws and
all elements of the household. But in social facts, the practice of fiance in the
Sampang Madura community is often distorted due to systematic and massive
misdirection. The results of the study found that there were at least 5 deceits,
namely: 1. Deception in interpreting fiance. Sekket and proposal become ceremonial
mandatory to formalize the engagement. While in Islam it is quite an agreement
through word of mouth and it is recommended to keep the status of the fiance a
secret, not to be neutralized by a program of securities and applications, 2. The
misdirection of the concept of accepting a fiancée. While behavior and fear are often
the reason to accept proposals from anyone. Whereas in Islam a candidate whose
religion is good and moral is the main criterion for creating an ideal family. As a
shield from blasphemy and in order to become a mate many used as the goal to get
his son engaged. Precisely the aim of becoming a granary of confusion and damage
to the family, 4. Misdirection of cultural encounters and 5. Misdirection of the
tradition of ring exchange.
Keywords: Misdirection, Fiance, Sampang

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2020-07-18

Issue

Section

Articles